Pemanfaatan Energi Mikrohidro di Kawasan Kasepuhan Ciptagelar

Pemanfaatan Energi Mikrohidro di Kawasan Kasepuhan Ciptagelar

Bayangkan sebuah kampung adat di tengah Pegunungan Halimun yang dikelilingi hutan, sungai, rumah panggung, dan lumbung padi tradisional. Meski lokasinya jauh dari pusat kota, warga dapat menggunakan lampu, televisi, komputer, perangkat komunikasi, hingga jaringan internet. Sebagian kebutuhan tersebut didukung oleh energi yang berasal dari aliran sungai. Air dialirkan menuju turbin, putaran turbin menggerakkan generator, lalu … Read more

CIGA TV dan Dokumentasi Kehidupan Masyarakat Adat Ciptagelar

CIGA TV dan Dokumentasi Kehidupan Masyarakat Adat Ciptagelar

Di tengah kampung adat yang identik dengan rumah bambu, leuit, pertanian tradisional, dan ritual padi, keberadaan sebuah stasiun televisi tentu terasa menarik. Namun, bagi masyarakat Kasepuhan Ciptagelar, televisi bukan sekadar simbol modernitas atau sarana hiburan. Mereka mempunyai media komunitas bernama CIGA TV. Stasiun televisi lokal ini digunakan untuk merekam kegiatan adat, menayangkan kesenian, menyampaikan informasi, … Read more

Mengenal Radio Swara Ciptagelar, Suara Komunitas dari Halimun

Mengenal Radio Swara Ciptagelar, Suara Komunitas dari Halimun

Di tengah kawasan Pegunungan Halimun, radio mempunyai arti yang berbeda dari sekadar alat untuk memutar lagu. Bagi masyarakat Kasepuhan Ciptagelar, siaran radio pernah menjadi salah satu cara paling efektif untuk menyampaikan kabar kepada warga yang tinggal tersebar di berbagai kampung. Media tersebut dikenal sebagai Radio Swara Ciptagelar atau RSC FM. Dalam berbagai dokumentasi, radionya disebut … Read more

Peran Teknologi dalam Pelestarian Budaya Ciptagelar

Peran Teknologi dalam Pelestarian Budaya Ciptagelar

Ketika membicarakan kampung adat, banyak orang langsung membayangkan sebuah masyarakat yang menjauh dari internet, televisi, komputer, dan berbagai perangkat modern. Gambaran tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi masyarakat Kasepuhan Ciptagelar di Sukabumi. Di tengah rumah panggung, lumbung padi, ritual pertanian, dan aturan leluhur, masyarakat Ciptagelar justru menggunakan kamera, jaringan internet, radio komunitas, televisi lokal, hingga pembangkit … Read more

Ciptagelar, Kampung Adat yang Tidak Menolak Teknologi

Ciptagelar, Kampung Adat yang Tidak Menolak Teknologi

Rumah panggung berdinding bambu, lumbung padi beratap ijuk, dan ritual pertanian yang diwariskan turun-temurun mungkin membuat Ciptagelar terlihat seperti kampung yang jauh dari kehidupan modern. Namun, begitu masuk lebih dalam, kita bisa menemukan turbin pembangkit listrik, komputer, jaringan internet, radio, hingga stasiun televisi komunitas. Pemandangan tersebut bukanlah sebuah pertentangan. Bagi masyarakat Kasepuhan, adat dan teknologi … Read more

Nganyaran dan Tradisi Menikmati Hasil Panen Baru di Ciptagelar

Nganyaran dan Tradisi Menikmati Hasil Panen Baru di Ciptagelar

Memasak nasi dari hasil panen baru mungkin terdengar seperti hal biasa. Setelah berbulan-bulan merawat tanaman, rasanya wajar jika petani ingin segera mencicipi beras yang baru dipanen. Namun, masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar tidak langsung memasak padi baru sesuka hati. Sebelum hasil musim tersebut boleh dinikmati, ada rangkaian adat yang harus diselesaikan. Padi ditumbuk bersama, beras dibersihkan, … Read more

Mipit: Ritual Mengawali Musim Panen Padi di Ciptagelar

Mipit: Ritual Mengawali Musim Panen Padi di Ciptagelar

Panen biasanya identik dengan suasana sibuk. Petani datang membawa alat, padi dipotong, lalu hasilnya segera diangkut dari lahan. Namun, masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar tidak memulai panen dengan cara terburu-buru. Sebelum padi dipetik dalam jumlah besar, ada tata cara yang harus dijalankan. Masyarakat meminta izin, memanjatkan doa, mempersiapkan perlengkapan, memilih padi pembuka, dan mengikuti arahan pemimpin … Read more

Tradisi Ngaseuk, Awal Penanaman Padi di Kasepuhan Ciptagelar

Tradisi Ngaseuk, Awal Penanaman Padi di Kasepuhan Ciptagelar

Bagi sebagian petani, menanam padi mungkin dimulai ketika hujan turun dan lahan sudah siap. Namun, bagi masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar, awal musim tanam tidak sesederhana menentukan hari lalu membawa benih ke ladang. Ada aturan, perhitungan musim, persiapan lahan, doa, pembagian tugas, hingga prosesi bersama yang harus dijalankan. Semua itu terangkum dalam sebuah tradisi bernama Ngaseuk. … Read more

Sistem Pertanian Adat Kasepuhan Ciptagelar yang Menjaga Pangan

Sistem Pertanian Adat Kasepuhan Ciptagelar yang Menjaga Pangan

Di banyak tempat, keberhasilan pertanian sering dinilai dari seberapa cepat panen dilakukan dan seberapa besar hasilnya bisa dijual. Namun, masyarakat Kasepuhan Ciptagelar memiliki cara pandang yang berbeda. Bagi mereka, bertani bukan sekadar kegiatan ekonomi, melainkan bagian dari kehidupan, kepercayaan, dan hubungan manusia dengan alam. Sistem pertanian adat Kasepuhan Ciptagelar berpusat pada padi. Mulai dari memilih … Read more

Sejarah Imah Gede, Pusat Kehidupan Kasepuhan Ciptagelar

Sejarah Imah Gede, Pusat Kehidupan Kasepuhan Ciptagelar

Ketika memasuki pusat permukiman Kasepuhan Ciptagelar, perhatian pengunjung biasanya langsung tertuju pada sebuah bangunan berukuran besar. Letaknya berada di kawasan penting kampung, tidak jauh dari alun-alun dan bangunan adat lainnya. Bangunan tersebut dikenal sebagai Imah Gede. Dalam bahasa Sunda, imah berarti rumah, sedangkan gede berarti besar. Namun, fungsi Imah Gede jauh lebih luas daripada sekadar … Read more